1908
Pergerakan mahasiswa
nasional pertama di Indonesia berawal dari 20 mei 1908 yang mendirikan
organisasi yang bernama boedi oetomo oleh pelajar pelajar STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap kritis
dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya. Pada konggres yang pertama di Yogyakarta, tanggal 5 Oktober 1908
menetapkan tujuan perkumpulan : Kemajuan yang selaras buat negeri dan
bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang,
teknik dan industri, serta kebudayaan.
Dalam 5 tahun permulaan Budi Oetomo sebagai
perkumpulan, tempat keinginan-keinginan bergerak maju dapat dikeluarkan, tempat
kebaktian terhadap bangsa dinyatakan, mempunyai kedudukan monopoli dan oleh
karena itu BU maju pesat, tercatat akhir tahun 1909 telah mempunyai 40 cabang
dengan lk.10.000 anggota.
1928
Pada
pertengahan 1923, serombongan mahasiswa yang bergabung dalam Indonesische
Vereeninging (nantinya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia) kembali ke tanah
air. Kecewa dengan perkembangan kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia, dan
melihat situasi politik yang di hadapi, mereka membentuk kelompok studi yang
dikenal amat berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat
itu. Dari kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan
aktivis pemuda itulah, munculnya generasi baru pemuda Indonesia yang
memunculkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda dicetuskan
melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Oktober 1928,
dimotori oleh PPPI.
1966
Pada tahun 1965 dan 1966, pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam
perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. Gerakan ini
dikenal dengan istilah Angkatan '66, yang menjadi awal kebangkitan gerakan
mahasiswa secara nasional, sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih
bersifat kedaerahan. Di tahun inilah banyak sekali muncul
organisasi-organisasi yang didirikan oleh mahasiswa.
1974
Diawali dengan reaksi terhadap
kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), aksi protes lainnya yang paling
mengemuka disuarakan mahasiswa adalah tuntutan pemberantasan korupsi. Lahirlah,
selanjutnya apa yang disebut gerakan "Mahasiswa Menggugat" yang
dimotori Arif Budiman yang progaram utamanya adalah aksi pengecaman terhadap
kenaikan BBM, dan korupsi. Protes terus
berlanjut. Tahun 1972, dengan isu harga beras naik, berikutnya tahun
1973 selalu diwarnai dengan isu korupsi sampai dengan meletusnya demonstrasi
memprotes PM Jepang Kakuei Tanaka yang
datang ke Indonesia dan peristiwa Malari pada 15 Januari1974. Gerakan mahasiswa
di Jakarta meneriakan isu "ganyang korupsi" sebagai salah satu
tuntutan "Tritura Baru" disamping dua tuntutan lainnya Bubarkan
Asisten Pribadi dan Turunkan Harga; sebuah versi terakhir Tritura yang muncul
setelah versi koran Mahasiswa Indonesia di Bandung sebelumnya. Gerakan ini berbuntut
dihapuskannya jabatan Asisten Pribadi Presiden.
1998
Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya "KKN" (korupsi, kolusi dan
nepotisme) pada 1997-1998, lewat pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa, akhirnya memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. Berbagai tindakan represif yang
menewaskan aktivis mahasiswa dilakukan pemerintah untuk meredam gerakan ini di
antaranya: Peristiwa Cimanggis, Peristiwa Gejayan, Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi I dan II , Tragedi Lampung. Gerakan ini terus
berlanjut hingga pemilu 1999.
1998 – sekarang
Sudah banyak sekali gerakan-gerakan mahasiswa pada
masa sebelum reformasi. Itu membuktikan bahwa keberadaan mahasiswa di negara ini
sangat lah penting. Mahasiswa mempunyai peran penting, diantaranya : iron
stock, agent of change, social control. Ketiga peran tersebut tidak dapat
dipisahkan dari seorang mahasiswa. Kita membutuhkan mahasiswa yang berintelektual
tinggi untuk membangun negri ini ke arah yang lebih baik lagi. Yang pertama aksi
mahasiswa akhir-akhir ini adalah dengan penolakan kenaikan BBM pada 1 April
2012, saat bulan Maret 2012 banyak sekali terjadi demonstrasi-demonstrasi di
seluruh wilayah Indonesia menolak terjadi kenaikan BBM yang dipelopori oleh
mahasiswa seluruh Indonesia. Walaupun ada unsur-unsur kekerasan yang terjadi,
tetapi aksi mahasiswa tersebut untuk kepentingan orang banyak.
Aksi mahasiswa yang kedua adalah unjuk rasa membela
KPK dan mahasiswa menuntut pembubaran POLRI. Aksi ini didasari karena mahasiswa
merasa sering
melakukan bentuk kekerasan kepada Mahasiswa dan rakyat. Mahasiswa mengecam kriminalisasi polisi
terhadap KPK serta adanya revisi undang-undang KPK yang dinilai membatasi
kewenangan KPK. Aksi ini juga terjadi di seluruh wilayah Indonesia yang ingin
membela KPK untuk pemberantasan korupsi.