Sabtu, 27 Oktober 2012

Pergerakan Mahasiswa Nasional


1908
Pergerakan mahasiswa nasional pertama di Indonesia berawal dari 20 mei 1908 yang mendirikan organisasi yang bernama boedi oetomo oleh pelajar pelajar STOVIA,  wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya. Pada konggres yang pertama di Yogyakarta, tanggal 5 Oktober 1908 menetapkan tujuan perkumpulan : Kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan.
Dalam 5 tahun permulaan Budi Oetomo sebagai perkumpulan, tempat keinginan-keinginan bergerak maju dapat dikeluarkan, tempat kebaktian terhadap bangsa dinyatakan, mempunyai kedudukan monopoli dan oleh karena itu BU maju pesat, tercatat akhir tahun 1909 telah mempunyai 40 cabang dengan lk.10.000 anggota.
            1928
            Pada pertengahan 1923, serombongan mahasiswa yang bergabung dalam Indonesische Vereeninging (nantinya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia) kembali ke tanah air. Kecewa dengan perkembangan kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia, dan melihat situasi politik yang di hadapi, mereka membentuk kelompok studi yang dikenal amat berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. Dari kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan aktivis pemuda itulah, munculnya generasi baru pemuda Indonesia yang memunculkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda dicetuskan melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Oktober 1928, dimotori oleh PPPI.
            1966
            Pada tahun 1965 dan 1966, pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan '66, yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional, sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan. Di tahun inilah banyak sekali muncul organisasi-organisasi yang didirikan oleh mahasiswa.
            1974
            Diawali dengan reaksi terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), aksi protes lainnya yang paling mengemuka disuarakan mahasiswa adalah tuntutan pemberantasan korupsi. Lahirlah, selanjutnya apa yang disebut gerakan "Mahasiswa Menggugat" yang dimotori Arif Budiman yang progaram utamanya adalah aksi pengecaman terhadap kenaikan BBM, dan korupsi. Protes terus berlanjut. Tahun 1972, dengan isu harga beras naik, berikutnya tahun 1973 selalu diwarnai dengan isu korupsi sampai dengan meletusnya demonstrasi memprotes PM Jepang Kakuei Tanaka yang datang ke Indonesia dan peristiwa Malari pada 15 Januari1974. Gerakan mahasiswa di Jakarta meneriakan isu "ganyang korupsi" sebagai salah satu tuntutan "Tritura Baru" disamping dua tuntutan lainnya Bubarkan Asisten Pribadi dan Turunkan Harga; sebuah versi terakhir Tritura yang muncul setelah versi koran Mahasiswa Indonesia di Bandung sebelumnya. Gerakan ini berbuntut dihapuskannya jabatan Asisten Pribadi Presiden.
1998
Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya "KKN" (korupsi, kolusi dan nepotisme) pada 1997-1998, lewat pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa, akhirnya memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. Berbagai tindakan represif yang menewaskan aktivis mahasiswa dilakukan pemerintah untuk meredam gerakan ini di antaranya: Peristiwa Cimanggis, Peristiwa Gejayan, Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi I dan II , Tragedi Lampung. Gerakan ini terus berlanjut hingga pemilu 1999.
1998 – sekarang
Sudah banyak sekali gerakan-gerakan mahasiswa pada masa sebelum reformasi. Itu membuktikan bahwa keberadaan mahasiswa di negara ini sangat lah penting. Mahasiswa mempunyai peran penting, diantaranya : iron stock, agent of change, social control. Ketiga peran tersebut tidak dapat dipisahkan dari seorang mahasiswa. Kita membutuhkan mahasiswa yang berintelektual tinggi untuk membangun negri ini ke arah yang lebih baik lagi. Yang pertama aksi mahasiswa akhir-akhir ini adalah dengan penolakan kenaikan BBM pada 1 April 2012, saat bulan Maret 2012 banyak sekali terjadi demonstrasi-demonstrasi di seluruh wilayah Indonesia menolak terjadi kenaikan BBM yang dipelopori oleh mahasiswa seluruh Indonesia. Walaupun ada unsur-unsur kekerasan yang terjadi, tetapi aksi mahasiswa tersebut untuk kepentingan orang banyak.
Aksi mahasiswa yang kedua adalah unjuk rasa membela KPK dan mahasiswa menuntut pembubaran POLRI. Aksi ini didasari karena mahasiswa merasa sering melakukan bentuk kekerasan kepada Mahasiswa dan rakyat. Mahasiswa mengecam kriminalisasi polisi terhadap KPK serta adanya revisi undang-undang KPK yang dinilai membatasi kewenangan KPK. Aksi ini juga terjadi di seluruh wilayah Indonesia yang ingin membela KPK untuk pemberantasan korupsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar