Jumat, 19 Oktober 2012

Pergerakan Mahasiswa UGM



Pergerakan mahasiswa UGM diawali dengan munculnya DEMA (Dewan Mahasiswa) yang menjadi tolak ukur mulainya kiprah mahasiswa di lingkungan eksternal maupun internal. Pada akhirnya kehadiran DEMA pun cukup radikal membuat pemerintah menjadi terancam. Tetapi setelah terjadi peristiwa malaria 1974 keradikalan DEMA berkurang, pada tahun 1978 terjadi demonstrasi menentang kembali terpilihnya Soeharto sebagai presiden. Setelah peristiwa tersebut pemerintah membentuk NKK (Normalisasi Kehidupan Kampus), tetapi usaha tersebut tidak membuat aksi mahasiswa berhenti. Tahun 1980 pemeritah membentuk BKK (Badan Koordinasi Kemahasiswaan) yang berhasil menggantikan posisi DEMA. Seiring berjalannya waktu terbentuklah KM UGM melalui kongres II pada tahun 1992. Lalu dua tahun kemudian ditetapkannya pemisahan UKM, mulai saat itu UKM langsung bertanggung jawab kepada rektorat.
                Dari organisasi-organisasi tersebut itulah yang menjadi  awal pergerakan mahasiswa UGM. Pergerakan mahasiwa UGM tidak hanya bergerak dalam bidang politik saja melainkan ada organisasi-organisasi KM UGM lain yang turut serta membantu dalam pergerakan tersebut. Sebagai contoh UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang bisa memberikan andil yang cukup besar dalam prestasi-prestasi yang dihasilkan mahasiswa UGM. BEM KM UGM adalah salah satu dari organisasi KM UGM yang masih eksis sampai saat ini dan sudah banyak melakukan aksi mahasiswa yang cukup banyak.
                Salah satu kabar yang membuat saya tertarik adalah bahwa BEM KM UGM menyatakan pengunduran dirinya dari BEM SI. BEM KM UGM melihat adanya kecenderungan orientasi yang kian bergeser dari tahun ke tahun. BEM KM UGM sudah menganalisis ini melalui evaluasi atas proses pergerakan BEM SI selama empat tahun terakhir ini. Ada 4 poin penting yang dikritik oleh BEM KM UGM.
Pada poin pertama, pengambilan keputusan gerak selama ini kehilangan proses kajian yang memadai. Hal ini didasari hasil dari musyawarah nasional tahun ini dengan enam tuntutan BEM SI yang hanya berfokus pada tuntutan pemerintah, dengan kata lain lebih kearah politik yang tidak sejalan dengan visi BEM KM UGM untuk mengedepankan riset dan kajian sebagai alat mengambil keputusan.

Poin kedua, terjadinya eklusivinisme keanggotaan di BEM SI dimana BEM SI tidak mampu mengampu pluralitas. Hal ini bisa dibuktikan dengan tidak adanya perwakilan dari kampus Indonesia bagian timur dan keanggotaan yang semakin tertutup sehingga terjadi penolakan 13 kampus di Jawa Barat untuk masuk di BEM SI serta belum terjangkaunya kampus-kampus lain yang berada di seluruh Indonesia.

Poin ketiga, evaluasi kritis atas gerakan BEM SI yang cenderung terlalu terpaku pada isu kepemimpinan nasional yang sangat politis. Hal ini ditunjukan dari agenda gerak BEM SI selama 4 bulan kedepan yang lebih bertitik  pada aksi mengenai isu-isu politik di level nasional yang tidak sesuai dengan visi BEM KM UGM yang mengusung “gerakan oposisi ilmiah” untuk menyikapi fenomena social-politik di Indonesia.

Poin keempat, perlunya melakukan penyegaran gerakan mahasiswa selama ini karena masyarakat sudah jenuh terhadap aksi-aksi mahasiswa selama ini yang selalu berkisar pada isu politik nasional saja. BEM KM UGM menganggap perlunya penyegaran gerakan dengan memposisikan ulang mahasiswa serta isu-isu yang diangkat.

Menurut pendapat saya keputusan yang diambil BEM KM UGM itu sudah tepat karena jika BEM KM UGM masih tergabung dalam BEM SI itu akan menghambat BEM KM UGM untuk melaksanakan visi mereka yang mengedepankan riset dan kajian. Kita sebagai mahasiswa tidak harus selalu mengurusi pepolitikan di Indonesia yang begitu rumitnya. Saya juga setuju dengan visi BEM KM UGM yang lebih mementingkan intelektualnya untuk memberikan suatu gerakan mahasiswa ke arah positif. Saya berharap BEM KM UGM bisa menciptakan mahasiwa yang berintelektual tinggi untuk merubah arah politik Indonesia menjadi lebih baik lagi. Semoga dengan gerakan BEM KM UGM ini, dapat memberikan semangat kepada BEM-BEM seluruh Indonesia untuk lebih mendasari intelektualitas dalam hal berpolitik karena itulah peran mahasiswa untuk mengubah negara ini menjadi lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar